Makna Tarhib Ramadan: Ustaz Adi Hidayat Beberkan 3 Persiapan Penting Melapangkan Hati
- account_circle Anisa
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- print Cetak

Makna Tarhib Ramadan: Ustaz Adi Hidayat Beberkan 3 Persiapan Penting Melapangkan Hati (FOTO - YouTube)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LensaKayong.Com – Menjelang datangnya bulan suci, istilah “Tarhib Ramadan” sering terdengar di tengah masyarakat. Namun, masih banyak yang belum memahami esensi mendalam dari proses penyambutan tersebut.
Melalui kanal YouTube Ceritaku Ceritamu, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa kata Tarhib berakar dari kata Rahaba yang bermakna lapang atau luas. Tarhib Ramadan bukan sekadar seremoni, melainkan upaya sadar untuk melapangkan jiwa dan meluaskan hati sebelum memasuki bulan mulia.
Ustaz Adi Hidayat memberikan perumpamaan sederhana terkait kondisi hati manusia seperti sebuah gelas.
“Jika hati kita sempit dan penuh dengan urusan dunia atau penyakit hati, maka akan sulit diisi dengan perintah-perintah Allah. Namun, jika hati sudah dilapangkan (Tarhib), maka saat perintah salat, sabar, dan menahan amarah datang saat Ramadan, kita sudah siap menerimanya dengan nyaman,” ujar Ustaz Adi Hidayat dalam video tersebut.
Inilah alasan mengapa umat Muslim mengucapkan “Marhaban ya Ramadan”. Ucapan tersebut merupakan pernyataan bahwa hati telah luas dan siap melaksanakan seluruh perintah Allah selama satu bulan penuh.
Persiapan Rasulullah Sejak Bulan Sya’ban
Ustaz Adi menekankan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat tidak menunggu Ramadan tiba untuk beribadah secara optimal, melainkan sudah bersiap sejak bulan Sya’ban. Berikut adalah tiga persiapan utama yang perlu dilakukan:
1. Memperbanyak Doa dengan Fokus Kekuatan Iman
Kesadaran akan usia yang merupakan rahasia Allah menuntut umat untuk terus berdoa. Ustaz Adi mengimbau agar umat memohon agar disampaikan usianya ke bulan Ramadan dalam kondisi sehat dan iman yang kokoh.
Beliau juga mengingatkan masyarakat untuk jeli memilah informasi. “Hati-hati terhadap hadis-hadis palsu atau mungkar mengenai doa bulan Rajab atau Sya’ban,” pesannya. Fokus utama doa sebaiknya ditujukan pada permohonan kekuatan iman.
2. Melatih Fisik dengan Puasa Sunnah
Mengacu pada hadis Aisyah RA, Rasulullah SAW tercatat paling banyak melakukan puasa sunnah di bulan Sya’ban. Hal ini menjadi sarana pelatihan fisik dan mental agar tubuh terbiasa dengan ritme ibadah puasa sebelum Ramadan dimulai.
3. Menyusun Rencana Amalan yang Spesifik
Berdasarkan Hadis Riwayat Al-Bukhari nomor 1803, Ustaz Adi menyarankan tiga amalan fokus yang harus direncanakan secara matang:
• Interaksi Al-Qur’an: Mengutamakan kualitas bacaan yang benar dibandingkan sekadar mengejar target khatam yang terburu-buru.
• Memperbanyak Sedekah: Melatih kedermawanan sebagaimana teladan para sahabat Nabi.
• Muhasabah (Introspeksi): Melakukan evaluasi diri untuk mengenali dosa yang ingin ditobati pada bulan pengampunan.
Menjaga Kesucian Persiapan
Sebagai penutup, Ustaz Adi Hidayat berpesan agar persiapan suci ini tidak dikotori dengan sikap tercela, seperti mencela orang lain atau para sahabat Nabi. Kebahagiaan para sahabat dalam menyambut Ramadan bersumber dari hati yang lapang (Rahaba).
Masyarakat diharapkan dapat mencontoh semangat tersebut dengan meningkatkan pemahaman ilmu dan kesungguhan ibadah sejak dini agar Ramadan tahun ini menjadi lebih bermakna.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: YouTube Ceritaku Ceritamu

Saat ini belum ada komentar