Menkes Tinjau RSUD Syarif Idrus Kubu Raya, Targetkan Operasional Layanan Spesialis Juni 2026
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- print Cetak

Menkes tinjau RSUD Syarif Idrus Kubu Raya. Dilengkapi fasilitas stroke & jantung, RS ini ditargetkan beroperasi optimal pada Juni 2026. (Foto: Ist.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LensaKayong.Com — Pembangunan sektor kesehatan di Kalimantan Barat memasuki babak baru dengan hadirnya fasilitas medis modern berskala nasional. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, didampingi Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, meninjau langsung progres pembangunan gedung baru RSUD Tuan Besar Syarif Idrus di Kabupaten Kubu Raya, Jumat, 6 Februari 2026.
Rumah sakit ini merupakan bagian dari program strategis nasional untuk meningkatkan status rumah sakit tipe D menjadi tipe C, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan percepatan akses.
RSUD Syarif Idrus merupakan rumah sakit ke-10 dari total target 66 unit yang dibangun di seluruh Indonesia atas instruksi langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.
Menkes menegaskan bahwa pembangunan ini adalah upaya nyata pemerintah dalam memerangi tiga penyakit katastropik penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yakni stroke, jantung, dan kanker.
“Arahan Bapak Presiden sangat jelas, kita tidak ingin ada warga yang kehilangan nyawa hanya karena jarak tempuh ke rumah sakit terlalu jauh atau biaya yang tidak terjangkau,” tegas Budi Gunadi Sadikin.
Keberadaan rumah sakit ini diharapkan mampu memangkas golden period atau waktu krusial penanganan pasien darurat yang selama ini terkendala akses menuju ibu kota provinsi.
Guna mendukung layanan spesialis, RSUD Syarif Idrus akan dilengkapi fasilitas mutakhir seperti CT Scan, cath lab untuk penanganan jantung, hingga layanan kemoterapi dan hemodialisa (cuci darah).
Layanan spesialis tersebut dibawa langsung ke dekat pemukiman masyarakat agar pasien tidak perlu lagi menjalani prosedur rujukan yang panjang dan melelahkan.
RSUD ini ditargetkan mulai beroperasi secara optimal pada Juni 2026, sementara pengadaan alat kesehatan modern dijadwalkan mulai masuk pada Maret 2026 mendatang.
Di sela kunjungan tersebut, Gubernur Ria Norsan turut menyampaikan usulan strategis kepada Menkes agar model rumah sakit modern ini juga direplikasi di Kabupaten Sintang.
Langkah ini dinilai penting untuk melayani masyarakat di wilayah perhuluan seperti Kapuas Hulu, Melawi, dan Sekadau agar tidak perlu menempuh perjalanan belasan jam ke Pontianak.
“Ini soal efisiensi waktu yang sangat menentukan nyawa pasien. Jika di Sintang tersedia fasilitas secanggih ini, ribuan warga perhuluan akan sangat terbantu,” ujar Ria Norsan.
Hadirnya infrastruktur kesehatan yang merata diharapkan dapat memutus rantai rujukan yang panjang dan memberikan kesetaraan akses layanan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar