Intip Dapur SPPG Polri di Riam Berasap: Pastikan Makanan Siswa Sehat dan Berkualitas
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- print Cetak

SPPG Polres Kayong Utara terapkan uji klinis ketat pada program Makan Bergizi Gratis demi pastikan konsumsi siswa sehat & bebas zat berbahaya. (Foto: Humas)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LensaKayong.Com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kayong Utara terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kualitas pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bertempat di pusat operasional Riam Berasap, Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, SPPG Polri konsisten menerapkan standar keamanan pangan tingkat tinggi, Selasa, 20 Januari 2026.
Langkah ini diambil untuk memberikan jaminan penuh bahwa setiap porsi makanan yang diterima oleh siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga layak, sehat, dan bebas dari kontaminasi.
Keamanan pangan di SPPG Polres Kayong Utara dimulai dari pemeriksaan ketat oleh tim ahli gizi Polri sebelum armada distribusi berangkat ke sekolah-sekolah.
Petugas melakukan uji organoleptik yang meliputi pengecekan warna, aroma, rasa, hingga tekstur makanan guna memastikan kualitas hidangan tetap terjaga.
Selain itu, dilakukan pula uji cepat atau rapid test untuk mendeteksi kandungan zat kimia berbahaya seperti nitrit, sianida, arsen, dan formalin.
Tim ahli gizi juga memantau secara ketat potensi cemaran bakteri patogen seperti E. coli dan Salmonella agar makanan benar-benar aman dikonsumsi anak-anak.
Pusat pengolahan di Riam Berasap sendiri telah disiapkan dengan standar sanitasi tinggi untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang selama proses memasak.
Untuk menjaga kualitas hingga ke tangan siswa, prosedur distribusi dilakukan menggunakan wadah food grade kedap udara yang menjamin kebersihan makanan.
Pendistribusian juga menggunakan kendaraan logistik tertutup milik Polri guna menjaga suhu makanan serta melindunginya dari debu maupun polusi di perjalanan.
Kapolres Kayong Utara melalui perwakilan SPPG menegaskan bahwa setiap proses produksi melibatkan inspeksi internal dan pengawasan langsung dari ahli gizi.
Hal ini dilakukan demi memenuhi standar gizi nasional yang telah ditetapkan pemerintah guna mendukung kesehatan dan kecerdasan anak sekolah.
“Tujuan utama kami adalah mencegah risiko keracunan makanan dan mendukung kesehatan anak-anak. Ini bentuk nyata investasi Polri untuk mencetak SDM yang cerdas,” ungkap pihak SPPG.
Langkah preventif ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam sistem pengawasan makanan gratis yang terintegrasi antara keamanan medis dan ketepatan nutrisi.
Melalui pengawasan yang ketat, program ini optimis dapat membantu menekan angka stunting serta meningkatkan konsentrasi belajar siswa di Kabupaten Kayong Utara.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif
- Sumber: Humas Polres

Saat ini belum ada komentar