Tembus Pasar Malaysia, 1,3 Ton Udang Vaname Kalbar Resmi Diekspor Lewat PLBN Entikong
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- print Cetak

Sebanyak 1,3 ton udang vaname asal Kalbar resmi diekspor ke Malaysia via PLBN Entikong. Jadi komoditas unggulan baru di awal tahun 2026. (Foto: Dok. Karantina)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LensaKayong.Com — Gerbang ekspor di wilayah perbatasan kembali mencatat capaian penting bagi komoditas lokal Kalimantan Barat di pasar global.
Sebanyak 1,3 ton udang vaname resmi dilepas sebagai komoditas unggulan baru melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong menuju pasar Malaysia, Rabu, 21 Januari 2026.
Pengiriman perdana di awal tahun ini menjadi penanda babak baru dalam penguatan ekspor sektor perikanan lintas negara dari kawasan perbatasan Indonesia.
Udang vaname dipilih sebagai komoditas ekspor karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta daya saing yang sangat kuat di pasar internasional.
Karakteristik mutu produk, keseragaman ukuran, hingga efisiensi masa panen menjadi faktor utama yang mendukung keunggulan udang ini dalam perdagangan lintas negara.
Volume pengiriman sebesar 1,3 ton tersebut diharapkan menjadi simbol awal dari pengembangan ekspor perikanan yang berkelanjutan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan PLBN Entikong, Swiet Sinay, memastikan bahwa seluruh komoditas yang dikirim telah melalui prosedur pemeriksaan yang ketat.
Karantina Kalimantan Barat menjamin bahwa produk tersebut memenuhi persyaratan kesehatan, karantina, dan keamanan pangan sesuai standar negara tujuan.
Setiap komoditas ekspor dilakukan tindakan karantina menyeluruh untuk memastikan produk bebas dari hama serta penyakit ikan yang berbahaya.
Langkah ini sangat krusial dilakukan guna menjaga kepercayaan mitra dagang internasional terhadap kualitas produk perikanan asal Indonesia.
Swiet Sinay menambahkan bahwa PLBN Entikong akan terus didorong menjadi simpul pelayanan ekspor perikanan yang andal dan profesional.
Dukungan infrastruktur di perbatasan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal, khususnya dalam memenuhi permintaan pasar Malaysia yang cukup tinggi.
Melalui keberhasilan ekspor ini, pemerintah optimistis sektor perikanan akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Abu Alif
- Sumber: Karantina Kalbar

Saat ini belum ada komentar