Wajib Tahu! 7 Larangan Saat Haid Agar Menstruasi Tidak Menyiksa
- account_circle Anisa
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- print Cetak

Wajib Tahu! 7 Larangan Saat Haid Agar Menstruasi Tidak Menyiksa (FOTO - YouTube)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LensaKayong– Masa menstruasi atau haid sering kali menjadi tantangan bagi banyak wanita. Munculnya kram perut, sakit pinggang, hingga perubahan suasana hati (mood swing) kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, ternyata beberapa kebiasaan harian justru dapat memperburuk kondisi fisik saat periode tersebut berlangsung.
Berdasarkan riset kesehatan yang dibagikan oleh praktisi kesehatan wanita, Pauline Wahyuni, terdapat tujuh hal yang sebaiknya dihindari agar tubuh tetap bugar dan nyaman selama masa menstruasi.
Hindari Gaya Hidup Pasif dan Konsumsi Kafein (H2)
Banyak wanita memilih untuk berdiam diri atau “mager” saat perut terasa sakit. Padahal, menurut Pauline Wahyuni, berdiam diri justru membuat fokus otak terpaku pada rasa nyeri.
“Tetap aktif dan lakukan olahraga ringan. Olahraga terbukti membantu mengurangi kram perut dan memperbaiki mood karena melepaskan hormon endorfin,” tulis keterangan dalam riset tersebut.
Selain itu, konsumsi kafein seperti kopi dan teh juga masuk dalam daftar larangan. Kafein diketahui dapat memicu kegelisahan serta meningkatkan asam lambung. Jika asam lambung naik saat perut sedang kram, rasa tidak nyaman di tubuh akan terasa berlipat ganda.
Pola Tidur dan Kebersihan Area Kewanitaan (H2)
Kualitas tidur memegang peranan penting dalam keseimbangan hormon. Kebiasaan begadang dapat meningkatkan hormon kortisol (stres), yang mengakibatkan gejala haid seperti sakit pinggang terasa lebih menyiksa.
Di sisi lain, teknik membersihkan area kewanitaan juga harus diperhatikan secara saksama. Mengingat kondisi organ intim yang lebih lembap saat haid, cara membasuh yang benar adalah dari arah depan ke belakang (ke arah anus). Hal ini bertujuan mencegah perpindahan bakteri dari anus ke organ intim yang berisiko memicu infeksi.
Aturan Pola Makan dan Penggunaan Pembalut (H2)
Terkait pola makan, terdapat dua jenis asupan yang disarankan untuk dikurangi, yakni susu beserta produk olahannya serta makanan yang terlalu asin.
- Susu: Kandungan lemak tertentu di dalamnya dapat memicu perut kembung (begah) dan mual.
- Garam: Makanan tinggi garam menyebabkan tubuh mengikat air lebih banyak, sehingga perut terasa makin penuh.
Sebagai alternatif, masyarakat disarankan mengganti asupan kalsium dengan sayuran hijau atau kacang-kacangan selama masa haid.
Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah durasi penggunaan pembalut. Menggunakan satu pembalut seharian sangat tidak dianjurkan karena berisiko tinggi memicu infeksi jamur. Para wanita disarankan untuk mengganti pembalut secara rutin setiap 3 hingga 4 jam sekali, meskipun kondisi pembalut belum terasa penuh.
Melalui perubahan kebiasaan kecil ini, masa menstruasi yang biasanya terasa berat diharapkan dapat dilalui dengan lebih ringan dan tetap produktif.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: YouTube Pauline Wahyuni

Saat ini belum ada komentar