Kalbar Masuki Fase Kering, Polda Imbau Masyarakat Tak Bakar Lahan Selama Januari
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- print Cetak

Kalbar Masuki Fase Kering, Polda Imbau Masyarakat Tak Bakar Lahan Selama Januari. (Foto: Ilustrasi Karhutla/IST.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LensaKayong.Com – Masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Imbauan ini dikeluarkan menyusul rilis data terbaru terkait dinamika atmosfer yang menunjukkan tren penurunan curah hujan yang cukup tajam di sebagian besar wilayah.
Berdasarkan hasil analisis cuaca periode 1 hingga 12 Januari 2026, wilayah Kalimantan Barat mulai merasakan penurunan intensitas hujan secara signifikan dalam empat hari terakhir. Kondisi kering ini diprediksi tidak akan berlangsung singkat, melainkan berlanjut hingga minggu pertama Februari 2026.
Data prakiraan cuaca menunjukkan bahwa pada periode 19 Januari hingga 8 Februari 2026, akumulasi curah hujan mingguan di mayoritas wilayah hanya berkisar antara 5 hingga 75 mm.
Adapun wilayah yang masuk dalam kategori rendah (0–50 mm/minggu) dan memerlukan pengawasan ekstra meliputi:
• Kabupaten Sambas, Bengkayang, Mempawah, dan Landak.
• Kota Singkawang dan Kota Pontianak.
• Kabupaten Kubu Raya, Sanggau, Sekadau, Kayong Utara, hingga Ketapang.
Bahkan, untuk periode 16 hingga 22 Januari 2026, tim prakirawan cuaca tidak menemukan adanya indikasi hujan dengan intensitas sedang maupun lebat di wilayah-wilayah strategis tersebut.
Menanggapi fenomena alam ini, Polda Kalbar bergerak cepat dengan menyiagakan personel untuk melakukan langkah pencegahan sedini mungkin. Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Berdasarkan koordinasi kami dengan BMKG, wilayah Kalbar saat ini memasuki fase curah hujan rendah yang sangat rentan memicu kebakaran hutan dan lahan,” ujar Bambang.
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian bersama instansi terkait akan memperketat pengawasan, terutama di lokasi-lokasi yang dianggap rawan munculnya titik api (hotspot).
“Polda Kalbar akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan. Kami meminta kerja sama masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat adanya titik api agar bisa segera ditangani sebelum meluas dan mengganggu kesehatan serta aktivitas ekonomi kita semua,” tegasnya.
Penurunan curah hujan ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk segera menyusun langkah strategis guna meminimalisir dampak kekeringan. Sinergi antara petugas dan warga dianggap sebagai kunci utama agar kondisi ini tidak berkembang menjadi bencana kabut asap.
Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui saluran resmi BMKG Kalimantan Barat, baik lewat aplikasi InfoBMKG maupun layanan kontak darurat di nomor (0561) 721142.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Humas Polda

Saat ini belum ada komentar