Strategi Sehat Menaikkan Berat Badan Menurut dr. Sung SB30Health: Bukan Sekadar Makan Banyak
- account_circle Anisa
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- print Cetak

Strategi Sehat Menaikkan Berat Badan Menurut dr. Sung SB30Health: Bukan Sekadar Makan Banyak (FOTO - YouTube)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LensaKayong.Com – Memiliki tubuh yang terlalu kurus meski sudah makan dalam porsi besar sering kali menjadi keluhan bagi sebagian orang. Menanggapi fenomena ini, praktisi kesehatan dr. Sung melalui kanal YouTube SB30Health membagikan panduan medis mengenai cara menaikkan berat badan secara proporsional dan sehat.
Pentingnya Deteksi Dini Kondisi Medis
Sebelum memulai program penambahan berat badan, dr. Sung menyarankan masyarakat untuk melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu. Menurutnya, ada faktor internal yang bisa menghambat perkembangan fisik seseorang.
“Penting untuk melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu. Ada beberapa faktor medis yang bisa menjadi penghambat, seperti adanya infeksi cacing atau gangguan hormon seperti hipertiroid,” ujar dr. Sung dalam penjelasannya.
Kondisi hipertiroid diketahui dapat menyebabkan metabolisme tubuh bekerja terlalu cepat, sehingga kalori yang masuk terbakar habis sebelum sempat disimpan oleh tubuh. Jika kondisi medis dinyatakan normal, maka fokus utama beralih pada manajemen asupan kalori dan pola makan.
Menerapkan Surplus Kalori yang Berkualitas
Langkah awal dalam menaikkan berat badan adalah menciptakan kondisi surplus kalori, yaitu mengonsumsi energi lebih banyak daripada yang dibakar oleh aktivitas harian. Namun, dr. Sung memberikan catatan penting mengenai sumber kalori tersebut.
Masyarakat diimbau tidak hanya mengejar angka timbangan dengan mengonsumsi makanan instan atau makanan rendah nutrisi (junk food). Sebaliknya, surplus kalori harus dibarengi dengan asupan protein tinggi yang berasal dari bahan makanan seperti:
• Telur
• Tempe dan tahu
• Daging-dagingan
Hal ini bertujuan agar berat badan yang bertambah berasal dari peningkatan massa otot, bukan sekadar tumpukan lemak jahat yang berisiko bagi kesehatan jantung.
Rahasia Membangun Massa Otot dan Hipertrofi
Untuk mendapatkan postur tubuh yang atletis dan berisi, asupan nutrisi harus dipadukan dengan aktivitas fisik berupa olahraga beban atau resistance training.
Latihan ini memicu proses hipertrofi, yaitu kondisi di mana jaringan otot mengalami kerusakan mikro yang kemudian akan diperbaiki oleh tubuh menjadi jaringan yang lebih kuat dan besar. Tanpa adanya latihan beban, kelebihan kalori yang dikonsumsi berisiko hanya menumpuk di area perut (buncit).
Selain olahraga, dr. Sung menekankan bahwa fase pemulihan adalah kunci utama. Pembentukan otot yang sesungguhnya terjadi saat tubuh sedang beristirahat, terutama saat tidur malam yang berkualitas. Tidur yang cukup memungkinkan proses regenerasi sel otot berjalan secara maksimal.
Kesimpulan: Proses yang Membutuhkan Konsistensi
Menambah berat badan merupakan proses yang memerlukan kesabaran serta kejujuran dalam menghitung aktivitas fisik dan nutrisi harian. Dengan kombinasi antara surplus kalori yang kaya protein, latihan beban yang rutin, serta istirahat yang cukup, berat badan ideal dapat dicapai tanpa mengorbankan kesehatan metabolisme tubuh.
- Penulis: Anisa
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Kanal YouTube SB30Health

Saat ini belum ada komentar