Praktis! Begini Cara Membuat Ketupat Selamat dengan Dua Helai Janur
- account_circle Keyvin
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- print Cetak

Praktis! Begini Cara Membuat Ketupat Selamat dengan Dua Helai Janur (FOTO - YouTube)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LensaKayong.Com – Membuat ketupat sudah lama menjadi tradisi ikonik yang menyertai berbagai momen perayaan di Indonesia. Dari sekian banyak jenis yang ada, Ketupat Selamat menjadi salah satu variasi yang paling diminati karena bentuknya yang apik dan khas. Kini, membuat jenis ketupat ini ternyata bisa dilakukan dengan teknik yang lebih ringkas dan sederhana.
Teknik Dasar Menganyam Ketupat Selamat
Berdasarkan tutorial visual yang dibagikan, pembuatan Ketupat Selamat sebenarnya hanya membutuhkan bahan utama yang sangat minimalis, yaitu dua helai janur atau daun kelapa muda yang telah dibersihkan bagian lidinya.
Langkah pertama dimulai dengan melipat janur untuk membentuk simpul dasar. Simpul ini berfungsi sebagai fondasi utama agar anyaman ketupat nantinya dapat terbentuk dengan kokoh, rapi, dan simetris. Penguasaan pada bagian awal ini sangat menentukan kekuatan struktur ketupat saat nantinya diisi beras dan direbus.
Metode Praktis yang Ramah bagi Pemula
Bagi masyarakat yang sering merasa kesulitan saat belajar menganyam, metode ini dinilai sangat efektif untuk dicoba sendiri di rumah. Teknik menggunakan dua helai janur ini diklaim sangat mudah dan praktis untuk diikuti oleh siapa saja.
“Cara ini sangat mudah, praktis, dan gampang untuk diikuti,” demikian keterangan yang disampaikan dalam tutorial tersebut, merujuk pada kemudahan langkah-langkah yang ditawarkan bagi mereka yang baru pertama kali mencoba (pemula).
Melestarikan Tradisi Lewat Kemudahan
Penerapan teknik yang lebih ringkas ini diharapkan dapat memicu minat generasi muda untuk mempelajari seni menganyam tradisional. Dengan langkah-langkah yang tidak lagi dianggap rumit, tradisi pembuatan ketupat diharapkan dapat terus lestari di tengah masyarakat luas lintas generasi.
Selain efisien secara waktu, teknik ini juga membuktikan bahwa keahlian tradisional dapat dipelajari dengan cara yang lebih komunikatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
- Penulis: Keyvin
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: YouTube

Saat ini belum ada komentar