Jelang Temu OMK Regio Barat, Pastor Yohanis Sedik Sambut Hangat Kunjungan Wagub Kalbar di Kayong Utara
- account_circle Adp/Tim
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- print Cetak

Wagub Krisantus Kurniawan berdiskusi dengan pengurus Paroki Emanuel Sukadana. Tekankan perlindungan undang-undang bagi semua agama dan dukungan untuk kegiatan OMK. (Foto: Adp.)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LensaKayong.Com — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melakukan kunjungan kerja dan diskusi bersama jajaran Dewan Pengurus Paroki Emanuel Sukadana di Pastoran Emanuel, Desa Sutera, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (7/3/2026).
Kedatangan Wagub disambut langsung oleh Pastor Paroki Emanuel Sukadana, Yohanis Sedik, OSA, beserta pengurus. Turut hadir mendampingi, Wakil Bupati Kayong Utara Amru Chanwari, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pejabat perangkat daerah.
Dalam suasana diskusi yang hangat, Krisantus mengungkapkan bahwa kunjungannya merupakan respon cepat atas aspirasi Pastor Paroki di sela agenda kerjanya yang padat di wilayah Ketapang dan Kayong Utara.
Ia menegaskan bahwa kebebasan dan keberagaman agama di Indonesia adalah hal yang mutlak dilindungi oleh undang-undang, sehingga pemerintah wajib memberikan pembinaan yang setara.
“Sebagai pemimpin, saya harus berdiri di tengah-tengah. Saya harus mencintai semua umat tanpa membeda-bedakan agama, suku, maupun latar belakang,” tegas Krisantus Kurniawan.
Wagub juga mengingatkan bahwa perbedaan di Kalimantan Barat merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri, bukan sumber pertentangan. Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan sebagai modal stabilitas daerah.
Pada kesempatan tersebut, Pastor Yohanis Sedik menyampaikan agenda besar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu Temu Orang Muda Katolik (OMK) Regio Dekanat Barat.
Kegiatan tersebut rencananya akan melibatkan lebih dari 200 peserta dari berbagai paroki, termasuk Sukadana dan Kendawangan. Menanggapi hal itu, Wagub Krisantus mempersilakan pihak paroki untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan umat kepada pemerintah.
“Silakan Pastor dan pengurus menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan atau aspirasi di sini. Jangan sungkan untuk menyampaikan kepada pemerintah,” tambahnya.
Senada dengan Wagub, Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, melaporkan bahwa kondisi toleransi di “Bumi Betuah” sejauh ini sangat kondusif tanpa adanya gesekan antarumat beragama.
“Kondisi yang baik ini menjadi modal penting bagi kami dalam membangun daerah. Perbedaan bukan alasan terpecah, tapi kekuatan untuk membangun bersama,” pungkas Amru.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga harmonisasi sosial di Kabupaten Kayong Utara guna mendukung pembangunan daerah yang inklusif bagi seluruh golongan.
- Penulis: Adp/Tim
- Editor: Abu Alif

Saat ini belum ada komentar